Sabtu, 10 Juli 2021

BIOPORI LINGKUNGAN




TUGAS CHARACTER BUILDING 

ARTIKEL SDGS 



TAUFIK NURHUDA

43190021 

43.4A.01

 

 

UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA

FAKULTAS KOMUNIKASI & BAHASA

PERIKLANAN





PENERAPAN BIOPORI (LUBANG RESAPAN AIR) 
PADA LINGKUNGAN




BIOPORI

Saat ini sumber air terbesar yang dimanfaatkan oleh manusia berasal dari air tanah. Di daerah perkotaan, air tanah sudah berkurang hal ini disebabkan oleh semakin sempitnya lahan terbuka yang berfungsi sebagai peresapan air hujan, banyak lahan produktif beralih fungsi menjadi perumahan, ruko dll. Dengan berkurangnya peresapan maka air hujan langsung mengalir kesungai yang selanjutnya menuju ke laut.

            Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestarian sumber air, langkah nyata kita (sekecil apapun) guna mengembalikan air hujan menjadi air tanah harus segera kita lakukan seperti membuat sumur resapan atau membuat biopori di sekitar rumah kita.

            Berkehidupan sehat dan sejahtera adalah salah satu harapan semua orang. Dengan cara menjaga lingkungan agar asri tetap terjaga, terhindar dari banjir, serta tanah tanah tetap subur, salah satunya dengan adanya kegiatan “resapan air (Biopori) dilingkungan masyarakat. Seberapa penting sih pengaruh adanya organisasi di lingkungan masyarakat? Sangat penting, kenapa? Karena dengan adanya organisasi tersebut kita bisa terbantu untuk saling menjaga lingkungan agar terhindar dari banjir, menyuburkan tana , karena dimusim hujan seperti saat ini rentan sekali terjadinya banjir, serta luapan genangan air mengakibatkan sampah sampah menumpuh mengakibatkan tanah jadi tidak subur.

           

            Banyak orang yang belum mengetahui arti, makna serta pengertian dari istilah “Biopori”. Biopori adalah lubang resapan air yang dibuat secara vertical kedalam tanah hingga kedalaman 30cm yang bertujuan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Kenapa sih harus dibuat “Biopori” ?

Nah, ini ada beberapa manfaat dari Biopori itu ? 

1.    1.     Menyuburkan tanaman Sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan             untuk organisme yang ada dalam tanah.

2.     2.    Mencegah terjadinya banjir yang sangat meresahkan masyarakat sekitar.

3.    3.     Menjaga kesehatan tanah jadi air yang masuk kedalam tanah itu akan menjaga kelembapan tanah             pada saat musim kemarau.

4.     4.    Menangani limbah organic ternyata lubang ini juga dapat digunakan untuk mengubah sampah                 organik menjadi kompos.

5.     5.    Mengurang emisi gas rumah kaca (CO dan metan)

6.     6.    Menghambat intrusi air laut.

7.     7.    Mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan

    pencemaran udara dan perairan.





Lubang resapan biopori air merupakan metode yang praktis diterapkan pada halaman rumah, lapangan, kebun ataupun area terbuka lainnya karena tidak membutuhkan biaya yang begitu besar. Hanya kita manfaat kan lahan kosong yang ada disekitar lingkungan untuk membuat resapan biopori dengan skala diameter yang di butuhkan dan vertical kedalam tanah hingga kedalaman sekitar 30cm serta jarak antar lubang. jika kita ingin membuat biopori pun juga mudah dengan alat yang biasa kita temui di lingkungan rumah seperti :

·     -      Alat pembuat lubang yang berbentuk garpu / screw

·     -     Pipa paralon

·       -    Semen

·       -    Pasir

·       -    Centong

·       -    Linggis

           

    Adapun proses pembuatan biopori dilakukan masih manual dengan menggunakan alat yang seadanya dan penting nya tenaga lebih agar pekerjaan cepat terselesaikan. Cara pembuatan biopori sebagai berikut :

1.     1.     Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 30 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm.

 

2.      2.    Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 - 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.

 

3.      3.    Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput.

 

4.      4.    Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.

 

5.      5.    Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

 

Selain itu ada pun metode pembuatan biopori :

 

a.      Buat lubang silindris  di tanah dengan diameter 10 – 15 cm dan kedalaman sekitar 100 – 120 cm, tetapi jangan melebihi muka air tanah. Lubang tersebut  dapat dibuat dengan  bambu, pipa besi, atau bor tanah dengan jarak antar lubang 50 – 100 cm.

 

b.     Setelah lubang siap, isi dengan sampah organik. Fauna tanah ( seperti cacing) akan datang dengan sendirinya dan masuk ke dalam lubang untuk mencari perlindungan dan bahan makanan. Fauna tanah tersebut akan berkembang biak menciptakan biopori ( liang) yang dapat mempercepat proses perombakan sampah organikmenjadi kompos yang  tidsk menimbulkan bau. Lakukan penambahan sampah organik setiap 5 hari sekali.

 

c.      Pupuk Kompos yang terbentuk dalam lubang resapan biopori dapaty diambil untuk menyuburkan tanaman.

 

d.     Untuk memperkuat lubang agar tanah tidak masuk ke lubang ( longsor ) , pangkal lubang perlu dibuat penahan dengan membuat adukan semen selebar 2 – 3 cm dan setebal 2 cm di sekeliling lubang.

 

      e.    Jumlah lubang resapan biopori ditentukan berdasarkan luas lahan. Setiap 50 m2 luas lahan                     dibuat 10 lubang. 

Selain dari manfaat biopori, adapun perawatan untuk menjaga fungsi dari resapan biopori agar tetap berjalan dengan baik. Cara merawatnya sebagai berikut :

·                     -    Lubang resapan biopori harus selalu terisi sampah organic secara berkala dan bertahap setiap                 seminggu sekali.

             -    Lubang resapan yang telah penuh dengan sampah dapat kita biarkan selama 3 bulan dan                         nantinya sampah tersebut akan menjadi pupuk kompos.

             -    Setelah 3 bulan, kita dapat mengambil kompos tersebut dan menggantinya dengan sampah lain.             Kompos dari lubang biopori yang telah kita ambil dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.


        Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Jusuf mengatakan, realisasi pembangunan sumur resapan di Jakarta saat ini mencapai 2.974 titik pada tahun 2020. Jumlah itu terbilang jauh dari target yang dicanangkan Pemprov pada 2020-2022 yakni sebanyak 1 juta lebih sumur resakan. Menurut Juani, sumur resapan yang sudah dibuat saat ini paling banyak dilakukan di lahan-lahan yang menjadi aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti di sekolah, taman, dan gedung-gedung dinas.
"Kalau SDA sendiri kemarin sudah sampai 2.974. Kalau untuk kemarin semua dinas mengharuskan membuat kan Bina Marga buat sumur resapan Dinas Pendidikan di masing-masing tempat," ucap Juaini melalui rekaman suara yang diterima, Senin (22/2/2021).

            Juaini beralasan, belum masifnya pembangunan sumur resapan dikarenakan Pemprov DKI Jakarta baru menggandeng dua vendor. Karenanya, pembuatan sumur resapan rencananya akan ditingkatkan. Dinas SDA Jakarta menargetkan pembangunan 300.000 titik sumur resapan. Baca juga: Memuji Penanganan Banjir, Ketua RT di Rawa Buaya: Kekurangan Anies Tidak Punya Buzzer Guna merealisasikan rencana tersebut, Juaini menuturkan, pihaknya akan menggandeng 100 vendor. Sehingga diharapkan target itu dapat terpenuhi. Dia mengeklaim, sumur resapan efektif mengatasi genangan. Contohnya, sumur resapan yang dibangun di depan Kantor Kecamatan Jatinegara. "Seperti yg dibilang seperti di depan kantor kecamatan Jatinegara itu biasa ada genangan di badan jalan itu hilang itu lari ke sumur resapan itu," kata Juaini. 

            Anggaran fantastis sumur resapan Pemprov DKI menyiapkan anggaran Rp 441 miliar dari APBD DKI Jakarta 2021 untuk proyek sumur resapan.  Adapun wilayah yang menjadi prioritas pembuatan sumur resapan tersebut hampir rata di seluruh wilayah Jakarta, kecuali Jakarta Utara. Pengerjaan sumur resapan ini dimulai pada tahun 2020-2022 dengan target 60 titik suur resapan setiap rukun tetangga (RT). Rinciannya, 82.020 sumur resapan dari 1.367 RT di Jakarta Pusat, 364.620 sumur resapan dari 6.077 RT di Jakarta Selatan, 311.940 sumur resapan dari 5.199 RT di Jakarta Barat, dan 428.160 sumur resapan dari 7.136 RT di Jakarta Timur.

KESIMPULAN


            Lubang resapan Biopori Adalah Lubang-Lubang didalam tanah yang terbentuk berbagai akibat aktivitas organisme didalamnya, seperti cacing, ulat dan berbagai macam hewan dalam tanah. Lubang lubang yang terbentuk akan terisi udara ,dan akar menjadi tempat berlalunya air didalam tanah.

Cara pembuatan biopori dengan menentukan posisi ,mengatur jarak antar lubang resapan dan membor keunggulan Biopori Adalah sebagai berikut:

1.     1.    Meningkatkan daya resap air

2.     2.    Mengubah sampah organic menjadi kompos

3.     3.    Memanfaatkan fauna tanah dan akar tanaman.


SARAN

1. Perlu Melakukan pembersihan secara rutin agar biopori tidak tersumbat oleh sampah sampah . serta harus rajin membersihkan lingkungan yang berantakan. Karena jika dibiarkan sampah menumpuk akan mengakibatkan aliran air menjadi genangan yang dapat terjadi banjir. 

2. Perlu dilakukan arahan lebih lanjut mengenai kegunaan biopori selain sebagai pengendali genangan, yaitu untuk konservasi air tanah dan menyuburkan tanah.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar